Jumat, 24 April 2015

Seorang Penulis Muda

Tulisan Lebay ini adalah milikku Pribadi, 

Dulu aku adalah orang yang paling membenci yang namanya CINTA, haaa Busyitt,,, pacaran? Setelah lama pacaran ujung-ujungnya? Putus juga sakit hati juga? Cuek-cuekan juga? Nangis juga? Itulah aku membenci jika bercerita tentang Cinta. Tapi yang namanya manusia, yang namanya wanita, pasti juga punya yang namanya perasaan, dan saat itu aku mulai merasakan apa yang ku benci, seolah melanggar aturan yang ku rawat dalam diriku, untuk tidak merasakannya, Cinta, itulah yang kurasakan padanya, tapi seolah dengan keegoisanku, aku pergi begitu saja, atau bahkan dia yang pergi. Aku adalah orang yang sangat cepat bosan dengan apa yang telah ku miliki, itulah yang ingin ku ubah dari sekarang, belajar menerima apa yang telah ku miliki, entah itu dari segi perasaanku atau apalah itu, aku mulai belajar mencintai orang yang mencintaiku, bukan mencintai orang yang aku cintai tapi tidak mencintaiku. Semakin aku berjalan baru aku sadar ternyata ada perasaan yang paling dalam selain cinta, aku menyimpulkannya sendiri, itulah rasa sayang, rasa sayang akan mengalahkan apapun itu.  

Setelah menyadari apa yang namanya rasa sayang itu, aku mulai tak tertarik lagi untuk mengenal yang namanya cinta, aku mulai mencari rasa sayang itu, mencari dan terus mencari. Perasaan yang kata teman-temanku susah untuk di ungkapkan dengan kata-kata, perasaan yang nyaman saat berada di dekatnya, rasa tenang dan bahagia saat dia menyapa, DAN aku mulai merasakannya beberapa waktu yang lalu, haaa perasaan itu,,, iyya aku merasakannya, aku tidak mencintainya, tapi menyayanginya, karena takut kehilangannya. Dan itu yang dikatakan oleh teman-temanku tentang rasa sayang itu, katanya jika sayang pada seseorang itu maka kita tak rela untuk kehilangannya. Dan itulah yang ku rasakan. Ku tanyakan pada sahabatku, dan dia bertanya, Apa kau sudah mengenalnya dengan baik, aku jawab TIDAK. Dia menertawakanku, kau terlalu polos Ten, kau tidak mengerti dengan apa yang kau rasakan sekarang, bagaimana mungkin kau takut kehilangan orang yang jelas-jelas belum kau kenal. Dia yang telah menjagaku seperti ibu yang takut anaknya di sakiti oleh lelaki jahat menertawakanku? Ahhh beberapa hari setelah itu aku mengabaikan semua yang dia katakan padaku, aku tetap saja pada perasaan gilaku, tapi saat itu tiba aku takut menanyakan lagi keganjilann yang ku rasakan, takut dia memarahiku, tapi sepertinya aku sadar bahwa perasaanku memang patut ditertawakan, aku masih belum mengerti dan mengenal yang namanya Cinta dan Sayang, aku mengakuinya sekarang, Akan kujaga semua yang telah kau jaga untukku sampai sekarang. Terima kasih telah mendengar semua curhatanku tentang semua perasaan gila yang pernah kumiliki sampai sekarang, selalu menjagaku, selalu memberiku semangat, sudah seperti saudaraku, selalu ada untukku kapanpun aku butuh,. Meskipun terkadang aku merengek seperti anak kecil di hadapanmu tapi tak pernah kau berusaha menjauhiku, J J

24 APRIL 2015
MiliKu,
Andi Tenri D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar